Skip to main content

Posts

Showing posts with the label garang asem haji masduki pekalongan

Mengaku Pingsan Dianiaya Pramugari Wanita Ini Justru Dilarang Naik Pesawat Lagi

Sabina Sultanova (34) menggugat British Airways selesainya peristiwa yg terjadi pada penerbangannya berdasarkan Inggris ke Uni Emirat Arab (UEA) Maret 2017 kemudian. Warga London asal Azerbaijan ini mengaku telah dianiaya seorang pramugari sampai kelenger sesaat setelah mendarat di bandara. Lengan tangannya memar & lehernya terluka hingga kerongkongannya nir sanggup menelan kuliner. Dalam bepergian tujuh jam ke Dubai, UEA Sabina yg duduk di kelas ekonomi merasa risih ketika dua penumpang yang duduk samping kanan dan kirinya tertidur dengan posisi tak beraturan. Ia lalu pindah loka duduk yang belakangan beliau ketahui berada di kelas bisnis sekadar buat meregangkan kaki. Tetapi dia tertidur pulas hingga terbangun saat seseorang pramugari membangunkannya secara kasar. Ia meminta maaf lantaran tidak tahu salah tempat duduk. Sabina [image source] Saat pesawat mendarat dia yang akan berjalan keluar diminta minggir terlebih dahulu oleh pramugari. Tetapi setelah sekian usang berdiri tida

Garang Asem Haji Masduki Pekalongan yang Pertama di Indonesia

Garang Asem merupakan rabat daging sapi yang disajikan dengan kuah segar kaya akan rempah-rempah khas nusantara. Kamu akan menemukan masakan ini di beberapa kota Jawa Tengah, khususnya Pekalongan. Kabarnya, pada kota ini lah garang asem pertama dilahirkan. Ulasan selengkapnya ada di bawah ini. Pelopor Garang Asem pada Indonesia Garang Asem Haji Masduki, Pekalongan [image masakan Pekalongan, cita cita rasanya permanen terjaga. Tak hanya daging, setiap sendokan kuahnya akan bikin nagih. Segarnya Garang Asem [image source] Rahasia Kelezatan Garang Asem Garang Asem Pekalongan [image source] Rahasia yang tersaji pada setiap mangkuknya terletak di kuahnya. Tanpa santan, akan tetapi kaya akan bumbu, seperti bawang putih, laos, tomat dan kluwek. Cabai pun membuatnya semakin menarik hati. Datang saja langsung ke Jln. Jenderal Sudirman no. 169. Garang Asem Haji Masduki [image source] Menu Lain yang Menggoda Ayam Megono pada Garang Asem Haji Masduki [image source] Selain garang asem, harus pula m

Penuh Tantangan Wanita ini Traveling Sendirian di Tahun 90an

Siapa bilang menjelajahi loka baru itu berbahaya? Buktinya poly traveler yg sukses keliling global & membagikan ceritanya lewat media umum. Seperti pemilik akun facebook traveling di era tahun 90-an. Penasaran bagaimana ceritanya? Informasi Negara Tujuan Serba Minim source] Dikutip dari postingannya pada lembaga diskusi Backpacker Internasional, Dinda mulai traveling ke luar negeri sejak tahun 1996. Saat itu, jelas belum ada smartphone yg mampu menyediakan poly warta termasuk mengenai negara yang dituju.Meski begitu, Dinda tidak kehilangan nalar buat menciptakan rencana perjalanan. Salah satu yg dilakukan adalah mengumpulkan kitab tentang tujuannya. Ilustrasi Koleksi Buku [image source] Belanja Buku pada Setiap Negara yg Dikunjungi Ilustrasi Buku yang Dibeli [image source] Membuat planning perjalanan di era 90-an tentu saja tidak mudah. Tetapi, kitab menjadi galat satu sahabat yg membuatnya bisa bertahan menjelajahi dunia baru. Selain beli di tanah air, Dinda jua mengaku mena

Modal Nekat Traveler Ini ke Korea Utara dengan Speedboat

Katharine Buck dari Amerika Serikat bercerita mengenai pengalaman wisata bersama dua temannya menuju Korea Utara dengan memakai speedboat. Perjalanan dimulai dengan kereta menuju kota Dandong, Provinsi Liaoning, Tiongkok selama enam jam berdasarkan Beijing. Kota ini berbatasan dengan Korea Utara yang dipisahkan Sungai Yalu. Speedboat yg mengantarkan melihat Korea Utara lebih dekat. [image source] Sampai pada kota ini dilanjutkan menggunakan berjalan kaki & menjumpai banyak pedagang yang menjual hanbok (sandang tradisional Korea). Dari sini saja sudah sanggup berfoto dengan latar belakang Korea Utara. Dengan bantuan terjemahan yg ada di handphone, mereka diantarkan oleh supir taksi ke lokasi dermaga speedboat. Di Sungai Yalu sebenarnya ada jembatan tua yg menghubungkan Dandong dengan Sinuiji (Korea Utara). Tetapi sudah dihancurkan saat perang Korea tahun 1951. Reruntuhan jembatan di sisi Korea Utara memang sudah tidak terdapat, akan tetapi di bagian Tiongkok sengaja dibiarkan buat d